Perkembangan teknologi terus melaju pesat dan mendorong transformasi besar dalam lanskap keuangan global. Di tengah perubahan tersebut, aset digital seperti Bitcoin (BTC) semakin menarik perhatian sebagai alternatif investasi bernilai tinggi.
Namun, pertumbuhan ini juga memunculkan pertanyaan penting: siapa sebenarnya yang kini mengendalikan Bitcoin? Apakah semangat desentralisasi yang sejak awal menjadi fondasi utama Bitcoin masih dapat dipertahankan?
Laporan Gemini: 31% Bitcoin Dikuasai Entitas Terpusat
Laporan terbaru dari Gemini menjadi sorotan pelaku industri kripto. Dalam riset yang dirilis pada Rabu (11/6), terungkap bahwa sekitar 6,1 juta BTC, setara dengan US$668 miliar, saat ini berada di bawah kendali entitas terpusat.
Entitas tersebut mencakup:
- Pemerintah negara.
- Perusahaan publik.
- Exchange-Traded Fund (ETF).
- Bursa kripto terpusat.
Secara keseluruhan, 30,9% pasokan BTC yang beredar kini tak lagi berada di tangan individu, melainkan dikuasai institusi besar dengan pengaruh dominan.
Dari Aset Bebas ke Instrumen Negara
Masuknya institusi besar ke pasar kripto tidak terjadi dalam semalam. Dalam satu dekade terakhir, kepemilikan Bitcoin oleh institusi meningkat hingga 924%. Dari sekadar aset spekulatif, BTC kini menjadi bagian dari strategi keuangan jangka panjang.
Salah satu contoh paling menonjol adalah pemerintah Amerika Serikat, yang pada Maret 2025 membentuk U.S. Strategic Bitcoin Reserve. Inisiatif ini bertujuan mengakumulasi 200.000 BTC setiap tahun selama lima tahun, menjadikan “emas digital” ini sebagai bagian dari cadangan strategis nasional.
Namun, konsentrasi kepemilikan ini memunculkan kekhawatiran: apakah Bitcoin masih layak disebut desentralisasi jika sebagian besar pasokannya dikuasai oleh segelintir pihak?
Antara Stabilitas Harga dan Ancaman Sentralisasi
Meskipun tren ini menuai kritik, Gemini menyoroti sisi positif dari dominasi institusi: stabilitas harga. Kehadiran pemain besar membuat pasar Bitcoin lebih stabil dan pergerakan harga menjadi lebih terprediksi.
Sejak awal Juni 2025, harga BTC konsisten bertahan di atas US$100.000, menunjukkan kekuatan dukungan dari institusi dan meningkatnya kepercayaan investor ritel.
Namun demikian, dominasi institusional juga menyimpan risiko tersembunyi. Gemini mengingatkan bahwa kepemilikan besar oleh entitas seperti pemerintah dapat menjadi ancaman, terutama jika terjadi aksi jual besar-besaran yang mengguncang pasar secara global.
Desentralisasi yang Perlu Didefinisikan Ulang?
Gemini menyimpulkan bahwa konsentrasi kepemilikan adalah “harga yang harus dibayar” untuk pertumbuhan dan legitimasi BTC di mata dunia. Bitcoin telah bertransformasi dari simbol kebebasan finansial menjadi alat yang terintegrasi dengan sistem keuangan global.
Kini, pertanyaan besarnya bukan lagi siapa yang memiliki Bitcoin, melainkan apakah semangat desentralisasi masih bisa bertahan. Dengan 31% pasokan dikuasai institusi, mungkin sudah saatnya definisi desentralisasi ditinjau ulang agar tetap relevan di era baru ini.
Ingin Investasi Bitcoin dengan Aman?
Baca berita kripto terbaru setiap hari hanya di Ajaib Alpha. Unduh aplikasi Ajaib Alpha untuk jual beli Bitcoin dan aset kripto populer lainnya. Ajaib lebih aman, sudah berizin dan diawasi oleh OJK dan Bappebti.