Berita

Juli Ditutup Bullish, Bagaimana Tren Bitcoin (BTC) di Agustus 2025? 

Juli Ditutup Bullish, Bagaimana Tren BTC di Agustus 2025? 

Bitcoin ($BTC) ditutup naik +7,95% pada Juli 2025, dengan rentang harga antara $105.157–$123.091. Sementara, Bitcoin berhasil bangkit dari tekanan setelah sempat turun ke US$112.000 pada Jumat (1/8) dan rebound keatas $115k pada awal pekan ini. Secara teknikal, pekan ini BTC berpotensi bergerak di sekitar $110.000 – $117.000. 

Menurut data Coinglass, performa Bitcoin di bulan Agustus selama lima tahun terakhir (2020–2024) cenderung negatif, dengan tiga dari lima tahun mencatat penurunan tajam. Tercatat, BTC mengalami koreksi sebesar -8,6% pada Agustus 2024, -11,29% di 2023, dan -13,88% di 2022. Sementara itu, hanya tahun 2021 (+13,88%) dan 2020 (+2,83%) yang berhasil mencetak return positif. Jika dirata-rata, kinerja Bitcoin pada Agustus dalam periode tersebut mencatat penurunan sebesar -3,22%

Sementara, sentimen positif mulai terbentuk awal Agustus seiring kabar regulasi kripto di Amerika Serikat yang kembali menjadi sorotan. Pemerintah AS merilis usulan pembagian wewenang antara CFTC dan SEC di mana CFTC akan mengatur pasar spot dan SEC fokus pada aset sekuritas. Langkah ini dinilai bisa mengakhiri ketidakpastian regulasi yang selama ini membayangi industri aset digital.

Financial “Pasar mulai melihat potensi struktur regulasi yang lebih stabil ke depan. Ini bisa memperkuat partisipasi institusional dan mengurangi risiko hukum,” jelas Panji Yudha, analis Ajaib Alpha. Kabar ini juga sejalan dengan pendekatan “same risk, same rules” yang digaungkan oleh Presiden Trump, termasuk dorongan terhadap penggunaan stablecoin dalam memperkuat dolar AS.

Dari Eropa, proposal mengejutkan datang dari Prancis yang mempertimbangkan penggunaan kelebihan energi nuklir untuk aktivitas mining Bitcoin. Jika disetujui, langkah ini tidak hanya menekan pemborosan energi, tapi juga bisa menjadi adopsi penambangan Bitcoin yang lebih ramah lingkungan di masa depan.

Dinamika Arus Dana Institusional di Bitcoin

Sementara itu, arus dana dari institusi menunjukkan dinamika yang menarik. ETF Bitcoin mencatatkan net outflow sebesar US$643 juta dalam seminggu—tertinggi dalam empat bulan terakhir. Meski demikian, akumulasi dari korporasi besar terus berlanjut:

  • Strategy Inc. menambah 21.021 BTC senilai US$2,46 miliar, menjadikan total kepemilikannya mencapai 628.791 BTC atau setara US$71 miliar.
  • Metaplanet Inc., perusahaan Jepang, juga membeli 463 BTC senilai US$54,4 juta. Saat ini Metaplanet tercatat sebagai pemegang BTC korporat terbesar di Asia dengan total 17.132 BTC.

Pertumbuhan Ekonomi dan Tekanan Inflasi di AS

Dari sisi makroekonomi, laporan PDB AS kuartal II 2025 menunjukkan pemulihan tajam sebesar 3,0% secara tahunan, membalikkan kontraksi 0,5% di kuartal sebelumnya. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh peningkatan konsumsi rumah tangga dan penurunan impor. Namun, komponen investasi bisnis dan ekspor menunjukkan pelemahan.

Inflasi tetap menjadi perhatian. Core PCE naik menjadi 2,8% YoY di Juni, sedikit di atas ekspektasi. Tekanan ini membuat pasar tetap mencermati arah suku bunga, meskipun probabilitas penurunan suku bunga pada September mencapai 80,8% menurut FedWatch Tool.

Di sisi lain, data ketenagakerjaan mengecewakan. Non-farm payroll hanya tumbuh 73.000 di Juli, jauh di bawah ekspektasi 110.000. Revisi besar-besaran terhadap data Mei dan Juni memperkuat indikasi bahwa pasar tenaga kerja AS mulai melemah lebih cepat dari perkiraan.

“Pertumbuhan ekonomi yang solid tapi disertai lemahnya data ketenagakerjaan membuat arah kebijakan The Fed makin sulit diprediksi,” tambah Panji.

Fokus Minggu Ini

Presiden Donald Trump menyatakan akan menunjuk pengganti Gubernur The Fed Adriana Kugler yang secara mengejutkan mengundurkan diri. Kandidat baru ini berpotensi menjadi penerus Jerome Powell sebagai ketua The Fed, membuka spekulasi pasar mengenai arah kebijakan moneter di bawah pemerintahan Trump berikutnya.

Investor kini mengalihkan perhatian ke rilis data CPI AS (12 Agustus) yang menjadi indikator utama inflasi. Ini akan menjadi penentu arah kebijakan suku bunga The Fed dalam pertemuan FOMC berikutnya pada 17 September.

Meskipun Chair Jerome Powell memberi sinyal bahwa rate cut tidak pasti, probabilitas pasar untuk pemangkasan suku bunga 25bps kini di angka 80,8%, menurut CME FedWatch Tool. Sentimen ini berpotensi menjaga tekanan beli pada aset berisiko termasuk kripto.

Analisis menggunakan data Selasa  (5/8/2025) pukul 14:00 WIB oleh Panji Yudha, Financial Expert Ajaib

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib membuat informasi ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli aset kripto. Harga aset kripto berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Tentang Ajaib Group

Digerakkan oleh visi untuk meningkatkan angka inklusi keuangan masyarakat Indonesia melalui investasi, Ajaib Group berkomitmen membuka akses instrumen investasi yang memberikan layanan terpercaya, aman, dan terjangkau. Dalam tiga tahun terakhir, Ajaib Group telah mencatatkan lebih dari tiga juta investor ritel melalui aplikasi Ajaib dan Ajaib Alpha. Ajaib Group terus berkembang pesat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia dalam berinvestasi dengan menaungi transaksi Efek (PT Ajaib Sekuritas Asia), Reksa Dana (PT Takjub Teknologi Indonesia), dan Aset Kripto (PT Kagum Teknologi Indonesia), yang keseluruhannya telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain itu, Ajaib Group juga menaungi Perdagangan Berjangka, termasuk transaksi Efek Amerika Serikat (PT Ajaib Futures Asia), yang telah berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

Artikel Terkait