Hyperliquid, platform derivatif terdesentralisasi, tengah menjadi sorotan setelah mencatatkan capaian luar biasa. Decentralized exchange (DEX) Hyperliquid mencatat pendapatan tahunan lebih dari US$1,1 mili hanya dengan tim inti berjumlah 11 orang. Artinya, setiap karyawan berkontribusi sekitar US$102,4 juta, melampaui Tether (US$93 juta) maupun Apple (US$2,4 juta).
Sumber Pendapatan Hyperliquid
Sebagian besar pendapatan Hyperliquid berasal dari biaya transaksi di bursa perpetual futures miliknya. Data DefiLlama menunjukkan sejak diluncurkan, Hyperliquid telah mengumpulkan biaya transaksi senilai US$610 juta, dengan sekitar 97% di antaranya langsung tercatat sebagai pendapatan protokol. Hingga pertengahan Agustus 2025, biaya kumulatif mencapai US$481,6 juta, sementara pendapatan protokol berada di US$460,9 juta. Pertumbuhan keduanya nyaris bergerak seiring, menandakan seberapa efektif aktivitas trading diterjemahkan menjadi pemasukan.
Filosofi Bisnis Tanpa Modal Ventura (VC)
Kesuksesan ini lahir dari filosofi pendiri Jeff Yan yang menolak pendanaan modal ventura dan memilih jalur self-funded. Dengan struktur ramping, hampir separuh tim berfokus pada engineering, menggarap upgrade seperti HLP3 sambil menjaga efisiensi ekstrem. Yan menekankan rekrutmen ketat, dengan talenta berasal dari Caltech, MIT, Citadel, hingga Hudson River Trading.
Dominasi Hyperliquid di Ekosistem Blockchain
Dominasi Hyperliquid juga terlihat di ekosistem blockchain. Pada Juli 2025, protokol ini menyumbang 37% dari total pendapatan DeFi, menjadikannya pemain kunci yang siap berevolusi dari DEX derivatif menuju lapisan infrastruktur Web3 penuh melalui upgrade HIP-3.
Tim Kecil, Elite, dan Efisien
Keberhasilan luar biasa ini tidak lepas dari filosofi pendirinya, Jeff Yan, yang secara sadar menolak pendanaan modal ventura (VC). Menurutnya, VC kerap menciptakan ilusi pertumbuhan dengan valuasi tinggi tanpa utilitas nyata. Alih-alih, Hyperliquid memilih jalur self-funded, berfokus penuh pada pengembangan produk dan komunitas.
Pendekatan ramping ini membuat operasional mereka efisien. Sekitar separuh dari tim kecil tersebut adalah insinyur yang terus menggarap peningkatan produk seperti rilis HLP3 sambil menangani volume perdagangan harian hingga US$10 miliar. Yan menekankan pentingnya disiplin dan integritas dalam perekrutan, dengan prinsip bahwa “merekrut orang yang salah jauh lebih buruk daripada tidak merekrut siapa pun.”
Latar Belakang Pendiri dan Perjalanan Hyperliquid
Hyperliquid sendiri didirikan oleh Yan bersama teman kuliahnya di Harvard, Iliensinc, setelah sebelumnya ia turut mendirikan bursa terpusat Chameleon Trading. Sejak itu, perusahaan berhasil menarik talenta elit dari institusi bergengsi seperti Caltech, MIT, hingga firma trading papan atas seperti Citadel dan Hudson River Trading. Dengan tim mungil, filosofi berbeda, dan efisiensi ekstrem, Hyperliquid kini menjadi bukti bahwa di dunia kripto, skala besar tidak selalu membutuhkan organisasi raksasa.
Baca Artikel Lainnya di Ajaib Alpha!
Untuk mendapatkan informasi menarik lainnya seputar aset kripto, blockchain, NFT, dan Metaverse, kunjungi halaman blog Ajaib Alpha! Ajaib Alpha menghadirkan layanan investasi cryptoonline yang aman dan terpercaya. Yuk, download aplikasi Ajaib Alpha dengan klik button di bawah ini!