Cadangan Bitcoin di exchange kripto global kini berada di level terendah sejak 2018. Menurut laporan Fidelity Digital Assets yang dirilis pada Kamis, 24 April 2025, total Bitcoin yang tersimpan di platform exchange hanya tersisa sekitar 2,6 juta BTC.
Angka ini menandai titik terendah dalam enam tahun terakhir. Sejak November tahun lalu, lebih dari 425 ribu BTC telah ditarik dari exchange secara bertahap.
Penurunan cadangan Bitcoin di exchange ini menjadi perhatian pelaku pasar. Pasalnya, rendahnya suplai di bursa dapat menjadi sinyal akumulasi besar-besaran yang berpotensi memicu lonjakan harga.
Investor Institusi Gencar Akumulasi BTC
Salah satu faktor utama yang menyebabkan penurunan cadangan Bitcoin adalah meningkatnya akumulasi oleh investor institusi. Berdasarkan laporan Fidelity, perusahaan publik telah membeli hampir 350.000 BTC sejak pemilu presiden AS tahun lalu. Bahkan, sejak Januari 2025, rata-rata pembelian mereka mencapai 30.000 BTC per bulan.
“Penurunan suplai Bitcoin di exchange terjadi karena pembelian agresif dari perusahaan publik. Dan tren ini tampaknya akan terus berlanjut,” tulis Fidelity dalam laporannya.
MicroStrategy Pimpin Pembelian
MicroStrategy, perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, menjadi aktor dominan dalam tren ini. Sejak November 2024, perusahaan tersebut telah menambah sekitar 285.980 BTC ke portofolio mereka—mewakili 81% dari seluruh pembelian oleh perusahaan publik.
Bahkan, pada 21 April 2025, MicroStrategy kembali membeli 6.556 BTC. Langkah ini mempertegas posisi perusahaan sebagai pemegang Bitcoin institusional terbesar di dunia.
Tren Meluas hingga ke Asia
Fenomena akumulasi ini tidak terbatas di Amerika Serikat. Di Asia, khususnya Jepang, perusahaan Metaplanet mengikuti jejak serupa.
Metaplanet kini mengelola sekitar 5.000 BTC sebagai bagian dari strategi cadangan perusahaan. CEO-nya, Simon Gerovich, bahkan menyatakan rencana untuk menggandakan kepemilikan Bitcoin mereka sebelum akhir tahun.
Apa Dampaknya bagi Pasar?
Dengan suplai Bitcoin di exchange yang terus menipis, pasar bisa memasuki fase tekanan pasokan. Hal ini dapat menciptakan kondisi bullish, terutama jika permintaan terus tumbuh. Investor ritel juga perlu mencermati langkah-langkah institusi yang kian masif karena dapat memengaruhi arah pasar ke depan.
Penurunan cadangan Bitcoin di exchange menjadi sinyal penting yang mencerminkan perubahan perilaku investor besar. Jika tren ini berlanjut, bukan tak mungkin harga Bitcoin akan kembali melonjak seiring berkurangnya likuiditas di pasar terbuka.
Baca berita kripto terbaru hari ini, trading Futures, dan berita saham Amerika (US Stock) hanya di Ajaib Alpha website. Download aplikasi Ajaib Alpha untuk jual beli Bitcoin dan aset kripto populer lainnya. Ajaib lebih aman, sudah berizin dan diawasi OJK & Bappebti.