Analisis menggunakan data Selasa (29/7/2025) pukul 08:00 WIB oleh Panji Yudha, Financial Expert Ajaib
Pasar kripto bergerak hati-hati pekan ini, dengan Bitcoin (BTC) diperdagangkan antara $116.000-$119.210 dan Ethereum (ETH) di kisaran $3.600-$3.871. Investor menahan napas menanti keputusan Federal Reserve (The Fed) dan data ekonomi AS yang akan datang.
“Sentimen pasar saat ini adalah probabilitas pemotongan suku bunga The Fed di Juli hanya 3,1%, dibandingkan 62% di September. Ini menegaskan bahwa The Fed lebih berpotensi akan menahan suku bunga jangka pendek tetap di kisaran 4,25% – 4,50% pada FOMC pekan ini.”
Dampak Kesepakatan Perdagangan Trump & Kinerja Bitcoin
Kabar positif datang dari kesepakatan perdagangan antara AS dan Uni Eropa yang diumumkan Presiden Donald Trump di Skotlandia. Kesepakatan ini melibatkan investasi $600 miliar dari UE dan pembelian $750 miliar energi Amerika, dengan imbalan penurunan tarif. Berita ini memicu kenaikan saham dan mendorong Bitcoin kembali menembus $118.000, setelah sempat tertekan ke $114.000 pekan lalu.
Menjelang penutupan Juli, BTC masih mencatat kenaikan sekitar 10% sejak 1 Juli. Namun, secara historis, bulan Agustus rata-rata memiliki kinerja yang kurang positif dibandingkan bulan Juli dengan penutupan rata rata selama satu dekade terakhir sekitar +1,75%. Adapun, tiga tahun terakhir BTC selalu ditutup merah setiap bulan Agustus : 2024 (-8,60%), 2023 (-11,30%) dan 2022 (-13,88)
Minat Institusional Kian Kuat, Ethereum Memimpin
Minat institusional terhadap kripto tetap menjadi sorotan, ditandai oleh aliran masuk positif ke ETF spot Bitcoin dan Ethereum sepanjang pekan lalu (21–25 Juli).
“Sorotan utama tertuju pada Ethereum,” jelas Panji. “ETF spot Ethereum mencatat net inflow mingguan tertinggi sejak peluncurannya, mencapai $1,85 miliar dari 21–25 Juli.” Pada penutupan 25 Juli, ETF ETH mencatat inflow $452,72 juta, jauh melampaui BTC pada hari yang sama. Total AUM ETF ETH kini mencapai $20,66 miliar, setara 4,64% dari market cap ETH. Lonjakan ini menandai potensi Ethereum menjadi pemimpin fase reli berikutnya.
Sementara itu, Bitcoin Spot ETF menunjukkan ketahanan luar biasa. Meskipun sempat mengalami outflow -$285 juta dari 21–23 Juli, ETF BTC pulih cepat dengan inflow $226 juta pada 24 Juli dan $130 juta pada 25 Juli, sehingga net inflow periode 21-25 Juli tercatat $76 juta. Total AUM ETF BTC kini $151,45 miliar (6,54% dari market cap BTC). Pemulihan cepat ini mengindikasikan permintaan institusional tetap solid.
Di sisi regulasi, SEC menunda beberapa aplikasi ETF, termasuk ETF Bitcoin Truth Social, ETF Solana Grayscale, dan dana Litecoin Canary Capital, menunjukkan kehati-hatian dalam proses persetujuan.
Pekan Krusial Menanti Pasar Kripto
Investor kini menanti kejelasan arah kebijakan moneter dari The Fed yang dijadwalkan pada Rabu, 30 Juli. Pidato Powell bisa memberi sinyal arah kebijakan ke depan. Lalu 1 Agustus, rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) dan deadline tarif balasan AS, berpotensi memicu volatilitas tinggi.
“Dengan suku bunga yang diperkirakan bertahan di 4,25‑4,50%, setiap petunjuk mengenai pemotongan lebih awal bisa menjadi dorongan besar bagi pasar kripto,” tambah Panji.
Laporan inflasi Core PCE Juni (Kamis) dan data pekerjaan Juli (Jumat) akan memperkuat atau meruntuhkan harapan akan pivot yang dovish. Jika data inflasi lebih rendah atau pasar kerja melambat, ekspektasi pemangkasan suku bunga akan meningkat, mendorong aset berisiko seperti kripto.
Panji menutup, “Dengan Bitcoin hanya 3% di bawah ATH-nya dan Ethereum di dekat level resistance $4.000, pergerakan selanjutnya akan sangat bergantung pada bagaimana peristiwa-peristiwa penting pekan ini terungkap. Trader harus bersiap untuk potensi volatilitas jangka pendek.”
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib membuat informasi ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli aset kripto. Harga aset kripto berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.
Tentang Ajaib Group
Digerakkan oleh visi untuk meningkatkan angka inklusi keuangan masyarakat Indonesia melalui investasi, Ajaib Group berkomitmen membuka akses instrumen investasi yang memberikan layanan terpercaya, aman, dan terjangkau. Dalam tiga tahun terakhir, Ajaib Group telah mencatatkan lebih dari tiga juta investor ritel melalui aplikasi Ajaib dan Ajaib Alpha. Ajaib Group terus berkembang pesat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia dalam berinvestasi dengan menaungi transaksi Efek (PT Ajaib Sekuritas Asia), Reksa Dana (PT Takjub Teknologi Indonesia), dan Aset Kripto (PT Kagum Teknologi Indonesia), yang keseluruhannya telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain itu, Ajaib Group juga menaungi Perdagangan Berjangka, termasuk transaksi Efek Amerika Serikat (PT Ajaib Futures Asia), yang telah berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).