Berita

Franklin Templeton Gandeng VeChain, Bawa Platform BENJI untuk Pembayaran Institusional Berbasis Blockchain

Franklin Templeton Gandeng VeChain, Bawa Platform BENJI untuk Pembayaran Institusional Berbasis Blockchain

Franklin Templeton, manajer investasi global dengan aset kelolaan lebih dari $1,5 triliun, mengumumkan ekspansi platform tokenisasi miliknya, BENJI, ke jaringan blockchain VeChain—langkah strategis yang memperluas jangkauan penggunaan uang pasar tokenisasi (tokenized money market fund) di sektor perusahaan dan institusi.

Poin Highlight

  1. Ekspansi ke VeChain Franklin Templeton memperluas platform BENJI ke jaringan blockchain VeChain, meningkatkan akses ke reksa dana pasar uang tokenisasi.
  2. Infrastruktur Kustodian dan Perdagangan Bitgo dan Keyrock mendukung platform BENJI dengan layanan kustodian dan perdagangan derivatif untuk pengguna institusional di VeChain.
  3. Persaingan Tokenisasi RWA Franklin Templeton menghadapi persaingan dari BlackRock dan Ondo Finance dalam bidang tokenisasi aset dunia nyata.

Platform BENJI memungkinkan pengguna untuk mengakses Franklin OnChain U.S. Government Money Fund (FOBXX), sebuah reksa dana pasar uang yang sepenuhnya on-chain dengan nilai aset bersih sekitar $780 juta. Dana ini berisi kas, surat utang pemerintah AS, dan perjanjian pembelian kembali (repo) yang dijamin.
💵 1 BENJI = 1 saham FOBXX, yang berupaya mempertahankan nilai tetap di angka $1.

Ekspansi Multi-Blockchain

Sebelum ke VeChain, BENJI telah diluncurkan di setidaknya tujuh jaringan blockchain besar, termasuk Stellar, Ethereum, Arbitrum, Base, Polygon, Avalanche, dan Aptos. Dari total kapitalisasi pasar, Stellar mendominasi dengan $432 juta, menjadikannya jaringan utama untuk distribusi token BENJI.

Infrastruktur Pendukung

Dalam kolaborasi ini, Bitgo ditunjuk sebagai penyedia layanan kustodian untuk aset, sementara Keyrock, perusahaan investasi kripto, akan mendukung kemampuan perdagangan derivatif bagi pengguna institusional di VeChain.
Menurut pernyataan resmi, kolaborasi ini mendukung strategi distribusi global Franklin Templeton dan membuka peluang bagi korporasi untuk mengintegrasikan uang pasar tokenisasi ke dalam sistem manajemen kas mereka.

“Ini bukan sekadar integrasi teknologi—ini perluasan nyata terhadap infrastruktur keuangan berbasis blockchain bagi dunia enterprise,” ujar perwakilan VeChain dalam pernyataan tertulis.

Tantangan & Peluang di VeChain

Meski masih memiliki Total Value Locked (TVL) rendah yakni hanya $1,7 juta, VeChain menawarkan keunggulan lewat struktur dual-token mereka yang memberikan efisiensi biaya dan stabilitas—faktor penting bagi operasional pasar uang.
Data dari RWA.xyz juga menunjukkan bahwa volume transaksi DEX di VeChain dalam 7 hari terakhir hanya mencapai $36.221, menandakan ruang pertumbuhan yang masih sangat besar.

Persaingan Tokenisasi RWA Semakin Panas

Franklin Templeton bukan satu-satunya pemain besar dalam bidang tokenisasi aset dunia nyata (Real World Assets/RWA). BlackRock telah meluncurkan produk kompetitor BUIDL dengan kapitalisasi pasar mencapai $2,4 miliar, sementara Ondo Finance mengoperasikan dana obligasi pemerintah jangka pendek dengan nilai $709 juta.
Menariknya, FOBXX memiliki jumlah pemegang terbanyak (690 holders) dibandingkan BUIDL dan Ondo yang masing-masing masih di bawah 100.

📈 Dengan pasar RWA terus berkembang pesat dan nilai tokenisasi global yang meroket di berbagai sektor, langkah Franklin Templeton ini bisa menjadi sinyal kuat arah masa depan pembayaran dan manajemen likuiditas perusahaan.

Baca Juga: Cara Membeli dan Menjual Aset Kripto di Ajaib Alpha

Baca Artikel Lainnya di Ajaib Alpha!

Untuk mendapatkan informasi menarik lainnya seputar aset kripto, blockchain, NFT, dan Metaverse, kunjungi halaman blog Ajaib Alpha! Ajaib Alpha menghadirkan layanan investasi cryptoonline yang aman dan terpercaya. Yuk, download aplikasi Ajaib Alpha dengan klik button di bawah ini!

Artikel Terkait