Dalam dunia kripto, airdrop bukan hal baru. Namun, kini muncul strategi yang lebih selektif dan menguntungkan, yaitu retroactive airdrop.
Singkatnya, retroactive airdrop adalah pembagian token secara gratis kepada pengguna yang sudah pernah menggunakan suatu platform sebelum token resmi diluncurkan. Pengguna tidak perlu mendaftar atau menyelesaikan misi tertentu, cukup dengan rekam jejak interaksi masa lalu, kamu bisa menerima reward.
Strategi ini mulai populer sejak Uniswap membagikan 400 token UNI secara cuma-cuma pada 2020 kepada pengguna awal. Nilainya saat itu melonjak, memberi keuntungan besar hanya karena pernah memakai layanan tersebut.
Mengapa Proyek Melakukan Retroactive Airdrop?
Tujuan utama retrodrop bukan sekadar promosi, melainkan bentuk apresiasi terhadap pengguna awal. Selain itu, strategi ini:
- Meningkatkan keterlibatan komunitas.
- Mendorong adopsi lebih luas.
- Membantu distribusi token secara adil.
Bagaimana Cara Kerja Retroactive Airdrop?
Berbeda dengan airdrop biasa yang mengharuskan pengguna mendaftar, retroactive airdrop bersifat kejutan. Berikut mekanismenya:
1. Identifikasi Pengguna yang Layak
Proyek akan menganalisis aktivitas on-chain untuk menentukan siapa saja yang berhak. Kriteria umum antara lain:
- Pernah menggunakan protokol.
- Melakukan bridging aset.
- Menyimpan NFT atau melakukan staking.
Semakin awal dan aktif kamu menggunakan platform, semakin besar peluangnya.
2. Penentuan Jumlah Token
Alokasi token didasarkan pada tingkat aktivitas pengguna. Informasi ini biasanya diumumkan secara publik untuk menjaga transparansi.
3. Proses Klaim Token
Pengumuman penerima biasanya disampaikan melalui email, media sosial, atau situs resmi. Untuk klaim, pengguna hanya perlu menghubungkan wallet dan menekan tombol “claim”.
Contoh Retroactive Airdrop yang Berhasil
Beberapa proyek besar telah membuktikan efektivitas strategi ini:
1. Uniswap (UNI)
Pelopor retrodrop yang memberikan 400 UNI pada pengguna lama. Nilai reward melonjak pesat dan jadi pembuka tren airdrop Web3.
2. Ethereum Name Service (ENS)
Pengguna domain .eth yang aktif menerima token ENS. Token ini dapat digunakan untuk voting dalam tata kelola proyek.
3. Optimism (OP)
Protokol Layer-2 ini memberikan token OP kepada pengguna awal yang telah melakukan bridging dan ikut berpartisipasi dalam ekosistemnya.
Tips Menemukan Peluang Retroactive Airdrop
Karena kampanye ini tidak diumumkan di awal, kamu perlu proaktif untuk menemukannya. Berikut beberapa strategi:
1. Pantau Platform Data DeFi
Gunakan situs seperti DappRadar atau DefiLlama untuk melacak proyek-proyek yang belum memiliki token. Proyek ini punya potensi besar untuk melakukan retrodrop di masa depan.
2. Aktif di Situs Airdrop Kripto
Galxe dan Zealy sering digunakan proyek kripto untuk mencatat aktivitas pengguna sebelum peluncuran token. Dengan aktif di sini, kamu bisa masuk dalam daftar snapshot.
3. Ikut Komunitas Kripto
Komunitas di Telegram, Discord, atau Twitter sering membagikan info airdrop terbaru, bocoran snapshot, hingga tip klaim cepat. Gabung dan aktiflah berdiskusi.
4. Lakukan Riset Mandiri
Perhatikan whitepaper dan tokenomics proyek. Jika ada alokasi untuk komunitas atau pengguna awal, besar kemungkinan akan ada retroactive airdrop. Cek juga data on-chain untuk melihat apakah tim proyek masih aktif.
Sudah Siap Dapat Token Gratis?
Dengan memahami cara kerja dan strategi retroactive airdrop, kamu bisa memanfaatkan peluang ini untuk memperoleh kripto gratis yang berpotensi bernilai tinggi.
Ingat, tidak semua proyek pasti melakukan retrodrop, jadi tetap waspada terhadap proyek palsu atau penipuan. Lakukan riset secara menyeluruh dan jangan pernah asal menghubungkan wallet ke situs yang mencurigakan.
Baca berita kripto terbaru hari ini lainnya hanya di Ajaib Alpha website. Download aplikasi Ajaib Alpha untuk jual beli Bitcoin dan aset kripto populer lainnya. Ajaib lebih aman, sudah berizin dan diawasi OJK & Bappebti.