Bitcoin tidak hanya terlihat di pasar kripto, tetapi juga dalam daftar pemilik terbesar aset digital ini. Dari bursa kripto raksasa hingga perusahaan publik, ETF, negara, hingga miliarder anonim — peta kepemilikan Bitcoin (BTC) pada tahun 2025 memperlihatkan campuran antara konsentrasi besar dan desentralisasi yang perlahan terjadi.
Highlight
- Bursa kripto seperti Binance dan Robinhood memegang sebagian besar BTC di pasar.
- Perusahaan seperti Strategy (sebelumnya MicroStrategy) dan Tesla terus menambah cadangan Bitcoin.
- Pemerintah negara mulai mengakumulasi Bitcoin sebagai cadangan digital strategis.
Bursa Kripto Masih Pegang Kendali
Berdasarkan data blockchain dan analitik seperti BitInfoCharts dan Glassnode, pemilik terbesar Bitcoin saat ini bukan individu, melainkan bursa kripto global. Bursa menyimpan dana nasabah dalam cold wallet untuk keamanan, yang membuat mereka menduduki peringkat teratas dalam daftar dompet terkaya.
- Binance menjadi pemegang BTC terbesar melalui cold wallet utamanya dengan lebih dari 248.600 BTC (senilai lebih dari $26 miliar), setara dengan sekitar 1,25% dari suplai beredar.
- Robinhood menyusul dengan 140.600 BTC, sementara Bitfinex mengelola sekitar 130.010 BTC dalam cadangan utamanya.
- Dompet Binance cadangan kedua juga menyimpan 115.000 BTC.
- Dompet hasil pemulihan peretasan Bitfinex, yang kini dikuasai otoritas pemerintah AS, menyimpan sekitar 94.600 BTC.
💡 Fakta menarik: Dompet dingin (cold wallets) disimpan secara offline (air-gapped), menjadikannya hampir mustahil diretas, bahkan saat sistem daring mengalami pelanggaran.
Korporasi: ‘Strategy’ Masih Raja
Tidak ada perusahaan yang identik dengan Bitcoin seperti Strategy (sebelumnya MicroStrategy). Hingga pertengahan 2025, perusahaan ini telah mengakumulasi 597.325 BTC, senilai lebih dari $42 miliar, dengan harga beli rata-rata $70.982 per BTC.
Perusahaan-perusahaan publik lainnya juga ikut dalam strategi penyimpanan BTC sebagai aset cadangan:
- Tesla: ±11.509 BTC
- Block (dulu Square): ±8.584 BTC
- GameStop: ±4.710 BTC
- Semler Scientific: ±4.449 BTC
- XXI by Twenty One Capital: ±37.230 BTC
- Metaplanet: 15.555 BTC dan target agresif 210.000 BTC di 2027
ETF & Trust Institusional: Alternatif Reguler untuk Investasi BTC
Kehadiran ETF Bitcoin semakin memperkuat legitimasi institusional:
- Grayscale Bitcoin Trust (GBTC) masih memegang dominasi dengan sekitar 292.000 BTC.
- BlackRock iShares Bitcoin Trust (IBIT) tumbuh cepat sejak debutnya di 2024 dan kini mengelola sekitar 274.000 BTC.
Negara Mulai Kumpulkan ‘Cadangan Digital’
Salah satu perkembangan paling mengejutkan tahun ini adalah peningkatan kepemilikan Bitcoin oleh pemerintah negara. Total lebih dari 529.000 BTC kini disimpan dalam dompet negara, menunjukkan bahwa Bitcoin bukan lagi hanya aset spekulatif, tetapi cadangan strategis.
- Amerika Serikat: 207.189 BTC (hasil sitaan, tidak dijual, disimpan sebagai “Fort Knox digital”).
- Tiongkok: ±194.000 BTC (terkait dengan penggerebekan PlusToken 2019).
- Inggris: 61.245 BTC
- Ukraina: 46.351 BTC (sebagian besar hasil donasi)
- Bhutan: 11.924 BTC (hasil penambangan negara berbasis energi hidro)
- El Salvador: 6.229 BTC (melanjutkan kebijakan Bitcoin sebagai alat pembayaran sah)
👤 Individu Kaya BTC: Dari Satoshi Hingga Miliarder Misterius
Sementara institusi mendominasi, individu juga tetap menjadi pemain penting:
- Satoshi Nakamoto (pencipta Bitcoin) diyakini menyimpan antara 968.000 – 1,1 juta BTC. Dompet ini belum pernah bergerak sejak 2010, dan tetap menjadi misteri terbesar dalam kripto.
- Winklevoss Twins: ±70.000 BTC
- Tim Draper: ±30.000 BTC (hasil lelang pemerintah AS 2014)
- Michael Saylor (selain Strategy): 17.732 BTC secara pribadi
- Alamat misterius 1Feex…b6uF: 79.957 BTC, diduga terkait eksploitasi awal bursa dan saat ini dibekukan
Kesimpulan: Bitcoin Masih Terpusat, Tapi Sedang Berubah
Siapa pemilik Bitcoin terbanyak di 2025? Jawabannya bukan satu nama, melainkan jaringan luas antara bursa global, perusahaan teknologi, investor institusional, pemerintah negara, dan segelintir miliarder awal.
Namun arah pergerakan jelas: konsentrasi perlahan terurai, dan distribusi semakin meluas. Kombinasi antara regulasi yang lebih jelas, kemudahan akses melalui ETF, dan adopsi oleh negara, memperluas basis pemegang Bitcoin.
Akan menarik disimak: apakah dompet-dompet lama akan kembali aktif, apakah institusi akan terus akumulasi, dan apakah kekuatan BTC akan tetap terpusat atau menyebar lebih luas ke kelas menengah digital berikutnya.
Cara Membeli Coin di Ajaib Alpha
- Buka aplikasi Ajaib Alpha, lalu masukkan PIN atau face ID.
- Masukkan dana deposit dengan cara memilih Deposit dan menentukan sumber dana baik dari transfer virtual account, transfer antarbank hingga antaraplikasi.
- Pilih laman Cari, lalu pilih Coin yang ingin dibeli.
- Masukkan jumlah nominal saldo dalam dana kripto yang ingin kamu belikan aset kripto pada kolom Jumlah IDR, lalu klik Beli.
Jangan lupa untuk periksa kembali pesanan aset kripto kamu, lalu klik Beli.
Source : https://cointelegraph.com/news/bitcoin-rich-list-2025